Mau Ganti Nama Domain? Berikut Hal yang Perlu Dilakukan

Mengubah nama domain bisa jadi hal yang buruk untuk bisnis Anda. Mengapa? Karena Anda pastinya sudah membutuhkan waktu yang lama untuk membangun branding Anda, lalu tiba-tiba Anda memutuskan untuk mengubah nama domain Anda. Anda pastinya tidak mau mengorbankan peringkat Anda di Google, benar tidak?

Apa yang Perlu Anda Lakukan?

Jangan khawatir, di postingan ini, kami akan membantu Anda. Di bawah ini kami akan memberitahukan beberapa masalah yang Anda dapat temui ketika ganti nama domain dan kami akan memberikan panduan kepada Anda tanpa merusak SEO score Anda.

Alasan Umum Mengganti Nama Domain

Nah, berikut ini alasan umum Anda ingin melakukan perubahan domain. Perhatikan hal-hal di bawah ini:

1. Anda ingin Mengubah Ekstension-nya

Terkadang ketika Anda membeli domain pertama kali, mungkin ekstensi yang Anda inginkan tidak tersedia atau sudah diregister oleh orang lain. Website seperti .com akan juga bisa lebih mudah diingat dan bisa menjadi ekstensi domain default yang diketik oleh orang.

2. Nama bisnis Anda berubah

Mungkin Anda merubah nama bisnis Anda, sehingga jalan terbaik adalah merubah nama domain untuk mempertahankan merk online yang jelas dan konsisten.

3. Anda bosan dengan nama domain Anda yang lama

Terkesan aneh, tapi ya memang ada faktanya. Anda ingin memberikan kesan yang berbeda dengan mengganti nama domain Anda.

Gimana Caranya Mempertahankan SEO yang Sudah Anda Ketika Ganti Nama Domain

Nah, kembali ke topik awal. Bagimana tuh caranya supaya score SEO Anda tetap tidak berubah walaupun Anda ganti nama domain Anda. Berikut adalah hal-hal yang perlu dilakukan

1. Backup Website Anda

Pastikan selalu backup website Anda sebelum melakukan perubahan. Takutnya nanti konten Anda/file Anda ada yang rusak atau apapun. Jadi, pastikan selalu backup file Anda.

Jika hosting bersama kami, maka kami dapat membantu Anda untuk membackup website Anda secara periodically, jadi Anda tidak perlu khawatir mengenai file Anda. Pasti aman!!

2. Periksa Denda Domain

Nah Anda bingung pasti dengan hal ini. Domain baru kok bisa ada dendanya? Seperti lupa bayar pajak saja. hehe…. Bukan, yang kami maksud disini adalah mungkin Anda membeli domain bekas orang lain, ada kemungkinan beberapa backlink berkualitas rendah yang menunjuk ke website Anda.

Cara terbaik untuk mengeceknya adalah menggunakan Webmaster Google –> Traffic –> Manual intervention, lalu Anda dapat lihat apakah ada spam web yang menargetkan domain Anda.

3. Migrate Konten Anda

Jika sudah ada domain baru, maka Anda dapat memigrasi konten Anda ke domain yang baru. Jika web Anda seperti WordPress, Anda dapat install plugin seperti All-in-One WP Migration, dimana plugin ini dapat membantu Anda dalam migrasi.

4. Redirect Ulang Halaman Anda

Sekarang saatnya untuk menambahkan pengalihan URL pada semua konten lama Anda ke situs baru Anda. Anda ingin menggunakan pengalihan 301, yang merupakan pengalihan permanen.

Anda dapat menggunakan plugin seperti Simple 301 Redirects jika situs Anda berjalan di WordPress, tetapi jika tidak, silakan baca artikel Google ini. Tools ini akan membantu Anda menerapkan pengalihan ke semua halaman yang diperlukan.

5. Jangan lupa kasitahu Google

Seperti mau keluar rumah? Jangan lupa kasih tau orang tua. Sama halnya disini, Anda harus memberitahu Google mengenai domain baru Anda. Sehingga Google akan crawl domain baru Anda. Caranya bagaimana?

Untuk lebih meningkatkan fungsionalitas situs baru Anda, Anda dapat membuat peta situs XML baru. Menurut Google, Anda sebenarnya harus membuat dua peta situs. Satu untuk domain lama Anda dan satu untuk domain baru Anda. Seiring waktu, Anda akan melihat bahwa domain lama akan di-indeks dan domain baru Anda akan menggantikannya.

Kesimpulan

Semoga artikel di atas membantu Anda jika Anda ingin melakukan pergantian nama domain. Jika Anda mencari nama domain atau hosting, jangan ragu mengunjungi web kami di https://www.jaringanhosting.com.

 

5 Cara Mudah Redirect Website URL Anda

Ketika Anda baru memulai membuat website, semuanya lebih sederhana. Anda hanya memiliki beberapa halaman konten. URL Anda mudah, dan Anda sedang membangun momentum awal.

Tetapi, seiring waktu, website Anda tumbuh lebih kompleks. Selain mempertimbangkan peningkatan paket web hosting (untuk mendukung peningkatan pengguna dan traffic) Anda memiliki lebih banyak halaman, posting, dan URL yang harus ditangani. Anda membuat halaman dan posting yang tidak ada lagi, atau Anda memutuskan untuk menyederhanakan struktur URL konten Anda.

Mungkin Anda bahkan membeli beberapa domain yang ingin Anda alihkan ke website Anda, atau Anda ingin mengganti domain sama sekali.

Apa sih URL Redirect itu?

URL redirect akan mengambil satu URL website dan mengarahkannya ke yang lain. Ketika seseorang mengetik atau mengklik URL asli itu, mereka akan dibawa ke halaman atau website baru.

Bahkan jika Anda tidak menerapkan URL redirect, namun mungkin pada akhirnya Anda pasti menggunakan ini.

Anda dapat menerapkan URL redirection berdasarkan URL atau page by page.

Ada beberapa jenis URL Redirection yang perlu Anda ketahui. Seperti yang akan Anda lihat di bawah, 301 adalah yang paling umum dan berguna, tetapi ada beberapa redirect lainnya juga tersedia.

1. 301 Redirect

Redirect 301 adalah redirect permanen. Ini adalah redirect yang paling umum digunakan dan kuat karena meneruskan hampir semua jenis tautan dari domain yang ada. Jenis pengalihan/redirect ini terjadi pada tingkat browser dan server. Pada waktunya, mesin pencari akan mengindeks pengalihan ini.

2. 302 Redirect

302 redirect digunakan ketika Anda ingin me-redirect URL untuk sementara, tetapi nantinya Anda juga ingin kembali ke URL yang lama. Misalnya, Anda sedang mendesain ulang website Anda, tetapi ingin mengarahkan pengguna ke domain yang berbeda saat Anda selesai membangun website Anda.

302 redirect tidak sering digunakan. Jika Anda mempertimbangkan untuk menggunakan redirect 302, pikirkan dengan seksama: Anda mungkin lebih baik hanya menggunakan redirect 301.

3. Meta Refresh

Meta refresh tidak sering digunakan. Tapi, Anda mungkin masih melihat redirect jenis ini sebelum semua website loading sempurna.

Pernahkah Anda landing di halaman dan ada pesan yang mengatakan, “URL asli telah dipindahkan, kini Anda sedang diarahkan. Klik di sini jika Anda tidak dialihkan dalam 5 detik “? Nah itu contoh dari meta refresh.

Jenis redirect ini meneruskan sedikit tautan, tetapi tidak sebanyak redirect 301.

Kenapa sih Menerapkan Website Redirect

Nah Anda kan sudah tahu jenis-jenis redirect di atas dan sekarang saatnya nih untuk mengetahui mengapa menggunakan website redirection.

Berikut adalah beberapa skenario umum di mana Anda ingin mengarahkan satu website ke yang lain.

1. Arahkan Subdirektori ke Halaman di Website Anda

Mungkin ketika Anda membuat website, Anda memutuskan untuk membuat halaman blog di subdomain website Anda. Jadi, bukannya menjadi “mysite.com/blog”, tapi jadinya “blog.mysite.com.”

Hal yang sama berlaku untuk alasan lain Anda membuat website atau bagian dari website Anda di subdomain, dan sekarang Anda ingin beralih struktur URL.

2. Redirect Duplikat Konten ke Halaman Asli

Memiliki duplikat konten di website Anda benar-benar dapat mengacaukan peringkat Anda. Jika Anda memiliki website yang besar, maka kemungkinan besar Anda memiliki beberapa halaman dengan duplikat konten. Ketika Anda memiliki lebih dari satu versi halaman yang sama, sulit bagi Google untuk mencari tahu halaman mana yang diurutkan.

Anda dapat menghindari masalah duplikat konten yang umum dengan mengarahkan ulang duplikat konten ke konten asli. Ini tidak hanya akan mengurangi kebingungan ketika visitor mengunjungi web Anda, namun ini juga membantu peringkat Anda di Google.

3. Redirect Banyak Domain ke Satu Domain

Merupakan hal yang umum untuk membeli beberapa nama domain yang terkait dengan URL utama Anda untuk melindungi merek online Anda.

Tetapi, bukan hanya membeli domain ini dan membiarkannya saja, Anda dapat mengarahkan domain-domain Anda ke website utama Anda. Apakah itu salah ejaan umum dari nama domain Anda saat ini, ekstensi nama domain lain, atau sesuatu yang lain sama sekali, mereka layak dialihkan kembali ke website utama Anda.

4. Redirect Domain Lama Anda ke Domain Baru Anda

Nah, pasti pada saat register domain pertama kali, Anda pasti sedikit bingung domain apa yang ingin Anda register, benar kan? Mungkin saat itu Anda register nama domain lain dan kemudian Anda baru sadar bahwa Anda benar- benar ingin meregister domain yang Anda impikan.

Nah dengan bantuan redirect, nanti tentunya Anda bisa redirect domain Anda yang lama ke domain Anda yang baru. Mudah, bukan?

5. Alihkan URL Lama ke URL Baru

Terkadang Anda harus mengubah URL laman dan pos yang ada. Mungkin Anda sedang membersihkan struktur URL yang ada, atau Anda memindahkan beberapa halaman atau page lama Anda.

Nah jika benar ada alasan seperti ini, maka alangkah baiknya Anda menggunakan 301 redirect.

Kesimpulan

Seperti yang Anda lihat, ada banyak alasan Anda ingin redirect website, dan beberapa redirect website yang dapat Anda gunakan. Semoga, Anda memiliki pemahaman yang lebih baik tentang nilai mereka dan mengapa itu adalah sesuatu yang perlu Anda pelajari, pada akhirnya.

 

Apa sih Bedanya Web Hosting dan Domain





Untuk membuat website, Anda harus memiliki nama domain dan hosting web. Tapi apa itu domain? Apa itu hosting web? Bukankah mereka sama? Penting bagi Anda untuk mengetahui perbedaan mereka sebelum melanjutkan untuk membuat website pertama kali.

Apa itu Web Hosting?

Web Hosting adalah komputer tempat orang menyimpan file mereka. Anggap saja sebagai rumah tempat Anda menyimpan semua barang; tetapi alih-alih menyimpan pakaian dan furnitur Anda, Anda menyimpan file komputer (HTML, dokumen, gambar, video, dll) di server. Lebih sering daripada tidak, istilah “hosting web” mengacu pada perusahaan yang menyewakan komputer / server mereka untuk menyimpan website Anda dan menyediakan konektivitas Internet sehingga pengguna lain dapat mengakses file di website Anda. Untuk sebagian besar kasus, perusahaan hosting ini akan menangani pekerjaan pemeliharaan server, seperti backup, konfigurasi DNS, pemeliharaan, pemulihan bencana, dan sebagainya.

^E53310598E83672F51C32C961DFE30F4C3B33A242CDC407495^pimgpsh_fullsize_distr

Lalu, Apa itu Domain?

domain-jarhost

Domain adalah alamat website Anda. Sebelum Anda dapat membuat website, Anda memerlukan domain. Untuk memiliki nama domain, Anda harus mendaftarkannya dengan pendaftar domain. Nama domain bukanlah sesuatu yang fisik yang dapat Anda sentuh atau lihat. Ini adalah serangkaian karakter yang memberikan identitas pada situs web Anda (ya, nama, seperti manusia dan bisnis). Contoh nama domain: Google.com, Alexa.com, Linux.org, eLearningEuropa.info, serta Yahoo.co.uk. Semua nama domain unik. Ini berarti hanya ada satu alexa.com di dunia. Anda tidak dapat mendaftarkan nama setelah didaftarkan oleh orang lain (diatur oleh ICANN). Umumnya, semua hosting provider selain support hosting, juga menyediakan domain name. Sama seperti kami, Anda dapat register domain dan juga hosting.

Domain vs Web Hosting

domain-vs-hosting

Gampangnya, Nama domain, seperti alamat rumah Anda; web hosting di sisi lain, adalah ruang rumah Anda tempat Anda meletakkan furnitur Anda. Alih-alih nama jalan dan kode area, set kata atau / dan nomor digunakan untuk penamaan website Anda ’. Hard disk komputer dan memori komputer digunakan sebagai pengganti kayu dan baja untuk menyimpan dan memproses file data. Idenya disajikan lebih jelas dengan diagram di atas.

Bingung?

Salah satu alasan mengapa pemula bingung adalah karena pendaftaran domain dan layanan hosting web sering ditawarkan oleh penyedia yang sama. Pendaftar domain konvensional yang dulu menawarkan layanan pendaftaran domain hanya saat ini menawarkan layanan hosting web. Sebagian besar perusahaan web hosting saat ini memiliki fasilitas untuk mendaftarkan nama domain untuk penggunanya. Bahkan, banyak penyedia hosting memberikan nama domain gratis (atau hampir gratis) untuk memenangkan pelanggan baru.

Mau tau lebih?

Jika Anda tertarik mengenai web hosting, tips-tips dan tutorial sekitar web hosting, Anda dapat selalu stay tune di artikel kami selanjutnya. Semoga artikel yang ini membantu Anda lebih memahami perbedaan antara hosting dan domain.

 

Windows Hosting – JaringanHosting.com :: Cara Setup Domain Controller Menggunakan Windows 2012 Server Core





Bagaimana cara setup Domain Controller menggunakan Windows 2012 Server Core?

Sekilas mengenai  Server Core..

Server Core , sebuah edisi khusus dari Windows Server 2008 yang hanya membutuhkan harddisk space satu per enam dari instalasi Windows Server 2008 full version. Jika menggunakan tipe ini, semua aktifitas akan dilakukan dengan mode CLI (Command Line Interface) atau hanya mode teks saja. Tujuan instalasi dengan tipe core ini adalah untuk menghemat sumberdaya, karena hanya menginstal komponen yang dibutuhkan saja. Hal yang sangat menarik adalah bila kita melakukan komparasi antara notepad yang terdapat dalam Server Core dengan notepad yang terdapat dalam Windows Server Full Version. Akan terlihat bahwa notepad dalam Server Core hanya memanfaatkan basic functionality dari Windows API. Dengan versi yang lebih slim dari Windows normal, maka tools yang memiliki GUI untuk membantu melakukan manajemen terhadap Server Core secara remote akan menjadi sesuatu yang sangat dicari. Tools yang dapat memudahkan manajemen Server Core tentu akan menjadi sebuah potensi bisnis yang sangat menjanjikan, mengingat kapabilitas dan kemampuan yang dijanjikan oleh Server Core.

banner jarhost

Lalu, bagaimana caranya jika ingin melakukan domain controller menggunakan Windows 2012 Server Core?

1. Log in menggunakan account administrative privileges pada Sistem server core

2. Pada Windows 2012 Server Core Command Prompt, ketikan -> sconfig.cmd dan tekan Enter untuk memulai Konfigurasi Server.

s1

3. Ketik angka 8 dan tekan Enter untuk memilih   Network Settings dari menu.

4. Ketik  Index# pada network adapter untuk merubah daftar yang akan ditampilkan.

s2

5. Ketik 1 > Enter, memilih menu option untuk Set Network Adapter Address.

6. Ketik  S > Enter untuk memilih pilihan Static IP.

7. Ketik IPv4 static IP address > Enter.

8. Ketik > subnet mask untuk network > Enter.

9. Ketik > default gateway > Enter.

s3

Pengaturan akan dijalankan dan menu Network Settings akan ditampilkan kembali.

s4

Setelah itu, mengatur alamat DNS Server sementara yang masih terdapat pada menu Network Settings.

–          Ketik 2 > Enter untuk mengatur DNS Servers.

–          Masukan IP address yang disukai, atau primer, DNS server untuk domain > tekan Enter.

–           Klik OK ketika diminta bahwa Primary DNS Server telah ditetapkan.

s5

–          Jika server DNS sekunder tersedia, masukkan alamat IP ketika diminta untuk server DNS alternatif. Jika tidak ada server DNS sekunder ada, biarkan kosong. Tekan Enter.

–           Klik OK ketika diminta bahwa Alternate DNS Server telah ditetapkan. Menu The Network Settings akan ditampilkan kembali.

s6

–          Ketik 4 > Enter untuk keluar dari menu Network Settings

–          Ketik 15 > Enter untuk keluar dari Server Configuration Tool.

Pengaturan Domain Controller menggunakan PowerShell :

–          Pada Windows Server 2012 Server Core Command Prompt, ketik PowerShell > Enter untuk memulai sesi PowerShell.

–          Dapatkan nama adaptor jaringan yang sudah diinstal dengan mengetikkan Get-NetAdapter di PowerShell prompt > Enter.

s7

Ketik cmdlet berikut, dan ganti parameter IPAddress dengan IP statis untuk menetapkan server ini. The InterfaceAlias ​​parameter adalah nama dari adaptor ditemukan dengan menggunakan cmdlet Get-NetAdapter. Pastikan juga untuk mengatur parameter DefaultGateway tepat untuk jaringan :

New-NetIPAddress -IPAddress 10.0.10.142 -InterfaceAlias “Ethernet” -DefaultGateway 10.0.10.254 -AddressFamily IPv4 -PrefixLength 24

 s8

 Set-DnsClientServerAddress -InterfaceAlias “Ethernet” -ServerAddresses (“10.0.10.151”,”10.0.10.152”)

s10

 Install-WindowsFeature AD-Domain-Services –IncludeManagementTools

s11

– Ketik sconfig.cmd > Enter untuk memulai Server Configuration Tool.

– Ketik 5 > Enter untuk memilih Windows Update Settings

– Ketik A > Enter untuk merubah Windows Update menjadi Automatic > OK

s12

s13

– Ketik 15 > Enter untuk keluar dari  Server Configuration Tool dan kembali ke PowerShell prompt.

– Ketik Install-ADDSDomainController -DomainName awssol.com -InstallDNS:$True –Credential (Get-Credential) > Enter.

s14

JaringanHosting.com adalah provider ASP.NET dan Windows hosting No #1 di Indonesia sesuai dengan rekomendasi dari pihak Microsoft. Microsoft memberikan rekomendasi ini berdasarkan pada beberapa persyaratan utama, yaitu: WebMatrix, WebDeploy, Visual Studio 2012, ASP.NET 4.5, ASP.NET MVC 4.0, Silverlight 5 and Visual Studio Lightswitch.Untuk keterangan lanjutan, silahkan klik disini!

 

 

 

Website, Hosting dan Domain





Perkembangan wesite saat ini kian semakin banyak dan menyuguhkan fitur dan tampilan yang dibuat semakin menarik yang bertujuan untuk menarik sebanyak-banyaknya pengunjung untuk dapat “berselancar” didalam website tersebut.

Kemunculan berbagai media sosial seperti facebook, twitter, gplus, forum-telekomunikasi dan media jual beli online membuat setiap orang semakin betah berkomunikasi di dalam dunia maya, koneksi internet yang semakin murah menambah jutaan pengunjung semakin betah untuk berkomunikasi dalam dunia maya, semua informasi dapat tersedia dari jutaan website yang bertebaran.

Secara sederhana Website adalah koleksi halaman-halaman web yang mengandung teks, gambar, video, suara atau aset digital lainnya untuk tujuan tertentu. Ada yang membuat website untuk membantu kelancaran bisnisnya, presentasi profil perusahaan/toko, membangun jaringan seperti jaringan sosial, jaringan bisnis, atau sekedar blog pribadi untuk mengekspresikan diri di dunia maya.

Setelah kita membuat website, langkah selanjutnya adalah mempublikasikan web yang telah dibuat  ke dalam dunia maya, agar user (pengguna) dapat mendapatkan informasi yang kita berikan. Dan beberapa poin terkait website diantaranya :

# Domain

domainDomain adalah nama website yang kita buat, contohnya: iniwebsiteku.com, facebook.com, google.com dan sebagainya. Domain ini umpama alamat rumahmu. Sifatnya unik, tidak bisa dobel, tidak satupun domain yang namanya sama. Sebenarnya domain adalah IP Address yang diterjemahkan oleh internet browser menjadi alamat internet yang mudah diingat. Coba bayangkan kalau user (pengguna) harus menghapal IP Address 192.168.184.142 hanya untuk mengakses Facebook.com. Domain dapat dibeli atau tepatnya disewa, biasanya per tahun dari jasa penyedia (penjual domain).

# Hosting

Jika domain adalah alamat rumah, hostingmaka rumahnya adalah hosting. Rumah ini diperlukan untuk menyimpan barang-barang, perabotan dan sebagainya. Disinilah kita menyimpan data-data berupa halaman-halaman website dan file-file. Secara fisik hosting ini merupakan sebuah ruangan atau space di dalam computer (hard disk) yang terhubung ke jaringan internet. Menyewa website hosting artinya menyewa sebagian space komputer tersebut. Jika kamu menyewa sebagian space yang ada dan sebagian space yang lain disewa orang lain maka dikatakan kamu menyewa shared hosting atau hosting yang dipakai bersama. Sedangkan jika kamu menyewa satu komputer khusus dan kamu pakai sendiri maka disebut dedicated hosting, sedangkan komputernya disebut dedicated komputer atau dedicated server.

# Web Hosting

Menurut wikipedia Web Hosting salah satu bentuk layanan jasa penyewaan tempat di Internet yang memungkinkan perorangan ataupun organisasi menampilkan layanan jasa atau produknya di web / situs Internet. Tempat dapat juga diartikan sebagai tempat penyimpanan data berupa megabytes sampai terabytes yang mempunyai koneksi ke internet sehingga data tersebut dapat diakses oleh user dari semua tempat secara simultan. Inilah yang menyebabkan sebuah website dapat diakses bersamaan dalam satu waktu oleh multi user.web-server

Pada dasarnya sebuah server webhosting menggunakan adalah sebuah komputer biasa namun menggunakan beberapa komponen dan program dasar sebuah server serta disarankan harus mampu untuk online 24 jam setiap hari dan tanpa harus dimatikan dalam jangka waktu lebih lama daripada komputer biasa.

Setelah kita mengenal mengenai Hosting, Domain dan Web Hosting selanjutnya dalah memilih paket hosting dan domain sesuai kebutuhan yang kita inginkan, jaringanhosting menyediakan berbagai tipe hoisting dan spesiafikasi yang boleh dibilang lengkap. Diantaranya adalah :

  • Basic Hostingbasic-hosting

Merupakan paket hosting yang disediakan oleh jaringanhosting yang terdiri dari Starter Plan, Budget Plan, Economy Plan dengan rincian mulai dari 1 domain hingga 3 domain dengan spesifikasi disk space dan bandwidth yang unlimited dan banyak lagi selengkapnya dilihat Paket Basic Hosting jaringanhosting sehingga cocok bagi para development pemula untuk menggunakan paket hosting ini.

  • Reseller Hosting

resellerMerupakan paket hosting yang disediakan oleh jaringanhosting dimana reseller memiliki kemampuan untuk menggunakan space hard disk dan bandwidth untuk hosting website atas nama pihak ketiga, dan dapat dijual kepada pelanggannya dengan atas nama Reseller tersebut. Reseller Hosting akan diberikan izin untuk menjual sejumlah ruang disk dan bandwidth untuk pelanggannya tanpa menyewa server hosting. Pada jaringanhosting paket yang ditawarkan dalam reseller hosting diantaranya Reseller Silver, Gold, dan Platinum dengan Jumlah Domain / Website mulai dari 10 hinggal 50, Disk Space mulai dari 10GB hingga 100GB dan Bandwidth mulai dari 100GB hingga 1000GBdan masih banyak lagi selengkapnya dapat dilihat Paket Reseller Hosting jaringanhosting

  • Corporate Hostingcorporate

Merupakan paket hosting yang disediakan oleh jaringanhosting yang terdiri dari Business Plan, Enterprise Plan, Corporate Plan dengan rincian mulai dari 1 domain hingga 3 domain dengan spesifikasi disk space mulai dari 2GB hingga 100GB dan bandwidth mulai dari 100GB hingga 2000GB dan masih banyak lagi selengkapnya dilihat http://www.jaringanhosting.com/paket-Windows-Hosting-Perusahaan.aspx sehingga cocok bagi perusahaan kecil hingga besar untuk menggunakan paket hosting ini.

JaringanHosting.comsm adalah provider ASP.NET dan Windows hosting No #1 di Indonesia sesuai dengan rekomendasi dari pihak Microsoft. Microsoft memberikan rekomendasi ini berdasarkan pada beberapa persyaratan utama, yaitu: WebMatrix, WebDeploy, Visual Studio 2012, ASP.NET 4.5, ASP.NET MVC 4.0, Silverlight 5 and Visual Studio Lightswitch. Untuk keterangan lanjutan, silahkan klik disini!

  • Sharepoint Hosting

SharePoint adalah salah satu teknologi Microsoft yang paling populer yang memungkinkan perusahaan untuk meng-hosting halaman web sharepointinternet mereka. Untuk mengembangkan aplikasi SharePoint, pengembang perlu menggunakan Microsoft Visual Studio. SharePoint disimpan dalam SharePoint Server sehingga wajib memiliki Visual Studio. Yang paling penting untuk diingat untuk setiap pengembang ketika mengembangkan aplikasi menggunakan SharePoint – untuk mempertimbangkan SharePoint sebagai platform Pengembangan dan bukan sebagai sebuah Produk. Dalam jaringanhosting terdapat 2 macam sharepoint yang disediaklan diantaranya sharepoin 2010 dengan layanan Sharepoint 2010 One, Two dan Three serta Sharepoint 2013 dengan layanan Sharepoint Starter, Business, dan Enterprise selengkapnya bisa dilihat Paket Sharepoint 2010 jaringanhosting dan juga Paket Sharepoint 2013 jaringanhosting

  • Cloud Service Hosting

cloud hostingCloud Service Hosting adalah sekumpulan dari server-server yang ada didalam jaringan besar atau semacam network peer, kebanyakan menggunakan teknologi SAN (Storage Area Network) sehingga memiliki keuntungan dalam hal redundansi data yang baik ketimbang server-server stand alone. Pada jaringanhosting tersedia 2 macam layanan cloud yang ditawarkan diataranya Shared Cloud Hosting (web hosting yang digunakan oleh banyak user hosting secara bersamaan) dan Dedicated Cloud Hosting pada Dedicated Cloud Server Hostingyang dimiliki jaringanhostingmemiliki banyak manfaat, dengan Dedicated Cloud Server kami, Anda akan menjadi klien satu-satunya pada Cloud Server. Selain itu,  Anda akan diberi akses penuh RDP ke server untuk melakukan apa pun yang Anda suka kapan saja.

Nikmati berbagai keuntungan sebagai klien Cloud Service Hosting dari kami selengkapnya di  Shared Cloud Hosting dan  Dedicated Cloud Hosting.

  • Domain & SSL

Domain yang ditawarkan oleh jaringanhosting sangat tepat untuk digunakan keperluan Blog Pribadi, Profile Perusahaan, Toko Online, dan berbagai tipe bisnis Anda. Tidak lebih dari Rp 150.000,- investasi yang harus anda keluarkan per bulan, Anda sudah memperoleh domain dan layanan hosting terbaik dari kami selengkapnya disini.

SSL merupakan layanan yang menyediakan Secure Socket Layer (SSL) dengan paket ini anda bisa berkomunikasi lewat internet secara aman.Terutama untuk client yang memiliki website untuk transaksi keuangan atau data-data penting.

sslLayanan ssl ini merupakan solusi agar transaksi dengan aman, SSL yang ditawarkan jaringanhosting adalah dari Thawte INC. , Thawte adalah perusahaan Verisign, yang merupakan perusahaan pertama di seluruh dunia untuk mulai menawarkan sertifikat digital yang diakui dengan baik oleh pengguna di seluruh dunia dan mendapatkan sertifikat digital Thawte selengkapnya dapat dilihat Domain dan SSL.