5 Cara Mudah Redirect Website URL Anda

Ketika Anda baru memulai membuat website, semuanya lebih sederhana. Anda hanya memiliki beberapa halaman konten. URL Anda mudah, dan Anda sedang membangun momentum awal.

Tetapi, seiring waktu, website Anda tumbuh lebih kompleks. Selain mempertimbangkan peningkatan paket web hosting (untuk mendukung peningkatan pengguna dan traffic) Anda memiliki lebih banyak halaman, posting, dan URL yang harus ditangani. Anda membuat halaman dan posting yang tidak ada lagi, atau Anda memutuskan untuk menyederhanakan struktur URL konten Anda.

Mungkin Anda bahkan membeli beberapa domain yang ingin Anda alihkan ke website Anda, atau Anda ingin mengganti domain sama sekali.

Apa sih URL Redirect itu?

URL redirect akan mengambil satu URL website dan mengarahkannya ke yang lain. Ketika seseorang mengetik atau mengklik URL asli itu, mereka akan dibawa ke halaman atau website baru.

Bahkan jika Anda tidak menerapkan URL redirect, namun mungkin pada akhirnya Anda pasti menggunakan ini.

Anda dapat menerapkan URL redirection berdasarkan URL atau page by page.

Ada beberapa jenis URL Redirection yang perlu Anda ketahui. Seperti yang akan Anda lihat di bawah, 301 adalah yang paling umum dan berguna, tetapi ada beberapa redirect lainnya juga tersedia.

1. 301 Redirect

Redirect 301 adalah redirect permanen. Ini adalah redirect yang paling umum digunakan dan kuat karena meneruskan hampir semua jenis tautan dari domain yang ada. Jenis pengalihan/redirect ini terjadi pada tingkat browser dan server. Pada waktunya, mesin pencari akan mengindeks pengalihan ini.

2. 302 Redirect

302 redirect digunakan ketika Anda ingin me-redirect URL untuk sementara, tetapi nantinya Anda juga ingin kembali ke URL yang lama. Misalnya, Anda sedang mendesain ulang website Anda, tetapi ingin mengarahkan pengguna ke domain yang berbeda saat Anda selesai membangun website Anda.

302 redirect tidak sering digunakan. Jika Anda mempertimbangkan untuk menggunakan redirect 302, pikirkan dengan seksama: Anda mungkin lebih baik hanya menggunakan redirect 301.

3. Meta Refresh

Meta refresh tidak sering digunakan. Tapi, Anda mungkin masih melihat redirect jenis ini sebelum semua website loading sempurna.

Pernahkah Anda landing di halaman dan ada pesan yang mengatakan, “URL asli telah dipindahkan, kini Anda sedang diarahkan. Klik di sini jika Anda tidak dialihkan dalam 5 detik “? Nah itu contoh dari meta refresh.

Jenis redirect ini meneruskan sedikit tautan, tetapi tidak sebanyak redirect 301.

Kenapa sih Menerapkan Website Redirect

Nah Anda kan sudah tahu jenis-jenis redirect di atas dan sekarang saatnya nih untuk mengetahui mengapa menggunakan website redirection.

Berikut adalah beberapa skenario umum di mana Anda ingin mengarahkan satu website ke yang lain.

1. Arahkan Subdirektori ke Halaman di Website Anda

Mungkin ketika Anda membuat website, Anda memutuskan untuk membuat halaman blog di subdomain website Anda. Jadi, bukannya menjadi “mysite.com/blog”, tapi jadinya “blog.mysite.com.”

Hal yang sama berlaku untuk alasan lain Anda membuat website atau bagian dari website Anda di subdomain, dan sekarang Anda ingin beralih struktur URL.

2. Redirect Duplikat Konten ke Halaman Asli

Memiliki duplikat konten di website Anda benar-benar dapat mengacaukan peringkat Anda. Jika Anda memiliki website yang besar, maka kemungkinan besar Anda memiliki beberapa halaman dengan duplikat konten. Ketika Anda memiliki lebih dari satu versi halaman yang sama, sulit bagi Google untuk mencari tahu halaman mana yang diurutkan.

Anda dapat menghindari masalah duplikat konten yang umum dengan mengarahkan ulang duplikat konten ke konten asli. Ini tidak hanya akan mengurangi kebingungan ketika visitor mengunjungi web Anda, namun ini juga membantu peringkat Anda di Google.

3. Redirect Banyak Domain ke Satu Domain

Merupakan hal yang umum untuk membeli beberapa nama domain yang terkait dengan URL utama Anda untuk melindungi merek online Anda.

Tetapi, bukan hanya membeli domain ini dan membiarkannya saja, Anda dapat mengarahkan domain-domain Anda ke website utama Anda. Apakah itu salah ejaan umum dari nama domain Anda saat ini, ekstensi nama domain lain, atau sesuatu yang lain sama sekali, mereka layak dialihkan kembali ke website utama Anda.

4. Redirect Domain Lama Anda ke Domain Baru Anda

Nah, pasti pada saat register domain pertama kali, Anda pasti sedikit bingung domain apa yang ingin Anda register, benar kan? Mungkin saat itu Anda register nama domain lain dan kemudian Anda baru sadar bahwa Anda benar- benar ingin meregister domain yang Anda impikan.

Nah dengan bantuan redirect, nanti tentunya Anda bisa redirect domain Anda yang lama ke domain Anda yang baru. Mudah, bukan?

5. Alihkan URL Lama ke URL Baru

Terkadang Anda harus mengubah URL laman dan pos yang ada. Mungkin Anda sedang membersihkan struktur URL yang ada, atau Anda memindahkan beberapa halaman atau page lama Anda.

Nah jika benar ada alasan seperti ini, maka alangkah baiknya Anda menggunakan 301 redirect.

Kesimpulan

Seperti yang Anda lihat, ada banyak alasan Anda ingin redirect website, dan beberapa redirect website yang dapat Anda gunakan. Semoga, Anda memiliki pemahaman yang lebih baik tentang nilai mereka dan mengapa itu adalah sesuatu yang perlu Anda pelajari, pada akhirnya.

 

Masih Pakai PHP Lama? Upgrade Gan!

Masih pada pakai PHP versi 5 atau sebelumnya? Sudah saatnya untuk upgrade nih Jarhoster. PHP 7.3 sudah release lho dengan banyak fitur-fitur menarik, seperti array_key_firstarray_key_lastarray_value_first, danarray_value_last – yang pastinya akan mempercepat website PHP Anda 9-10%. Mantap, kan?

Jadi di post ini, kami ingin bantu Anda yang ingin upgrade ke PHP terbaru. Yuk, mari ikutin langkah-langkah di bawah ini:

Upgrade PHP di MacOS

Untuk memulai, cek dahulu PHP version yang terinstall di sistem Anda dengan cara berikut masukkan command line ini:

php -v

Untuk menginstall PHP 7.3, jalankan command line berikut ini:

curl -s https://php-osx.liip.ch/install.sh | bash -s 7.3

Cara lain untuk menginstall PHP di MacOS Anda adalah dengan menggunakan Homebrew. Homebrew ini aplikasi yang tersedia untuk Windows dan Linux server. Dengan Homebrew, silahkan run command berikut ini:

brew upgrade php

Upgrade PHP di Windows

Jika Anda memakai Windows, ya kami rasa mayoritas masih memakai Windows daripada MacOS. Di Windows, Anda mungkin run PHP Anda menggunakan WAMP dan MAMP yang sudah pastinya sudah terinstall PHP. Anda hanya perlu mengupdate versinya menjadi versi terbaru. Coba nih lihat penampakan di bawah ini:

Upgrade PHP di Ubuntu

Berikut cara cek PHP version yang terinstall di Ubuntu Anda:

Seperti yang Anda lihat di atas, terlihat bahwa PHP 7.2 terinstall di server saya. Nah di Ubuntu ini, cara upgrade PHP-nya dengan ondrej/php respository. Jalankan command line di bawah ini:

sudo add-apt-repository ppa:ondrej/php
sudo apt-get update

Kemudian, Anda dapat running command di bawah ini untuk menginstall PHP 7.3. Perlu diketahui dengan menjalankan command di bawah ini, maka secara otomatis akan menginstall PHP 7.3, dan extension lain seperti PHP CLI.

sudo apt-get install php7.3 php7.3-common php7.3-cli

Jika berhasil, maka akan muncul pesan di bawah ini:

Upgrade PHP di Docker

PHP terbaru juga tersedia di Docker. Docker sesuai di banyak platform seperti MacOS, Windows, dan Linux sehingga Anda dapat mengikuti beberapa prosedur di operating sistem Anda.

Seperti biasa, cek dahulu PHP yang terinstall di Docker Anda:

Sudah lihat kan data di atas bahwa PHP 7.3 belum terinstall. Anda dapat cek Docker image yang tersedia di Docker Hub Anda.

docker pull php:7.3-fpm-alpine

Jika sudah Anda download, running command di bawah ini:

docker run --rm -i -t php:7.3-fpm-alpine sh

Jika sudah jalankan command di atas, pastinya PHP 7.3 sudah terinstall dengan baik di Docker Anda.

 

Mudah! Ikutin Langkah Berikut Untuk Fix 403 Error Saat Publish ASP.NET Core

Di postingan sebelumnya, kami telah memberitahu cara mem-fix error 502.5 pada saat publish ASP.NET Core, nah di postingan kali ini, ada lanjutannya. Mungkin ada error yang dapat Anda temui saat publish ASP.NET Core. Berikut adalah error messagenya:

Hal ini pasti bisa Anda temui dan ini error yang cukup umum. Namun, bagaimana tuh cara benerinnya? Itu yang pasti dicari donk! Ayo, simak terus Jarhoster!

403 Error dan Cara Mengatasinya

Banyak faktor yang dapat menyebabkan 403 error pada saat publish ASP.NET Core dan hal yang paling umum adalah:

  • Setelah Anda publish .NET Core Anda ke server, sudah setup default page belum? Ini hal yang paling umum yang dilupakan oleh user. Secara default, pastinya file default di hosting provider adalah index.html, index.php, default.html, dsb. Pertanyaannya adalah default page Anda itu apa? Apakah home.aspx atau default.aspx, atau mungkin lainnya. Nah jika Anda pakai Plesk control panel seperti di hostingan kami, maka Anda dapat dengan mudah setup default page Anda melalui Plesk control panel:
  • Alasan lain yang mungkin adalah Anda create ASP.NET website Anda menggunakan salah satu template dari Visual Studio. Jadi bisa saja anonymous yang ingin mengunjungi web Anda itu tidak diperbolehkan oleh template tersebut. Nah, coba cek settingan web.config Anda. Anda dapat ganti settingan web.config nya atau publish ulang.
  • Jika kedua faktor diatas sudah benar dan Anda masih menemukan error di atas, cek dengan hosting provider Anda. Apakah sudah support .NET Core di server mereka? Jika tidak support, ya pastinya tidak akan jalan ASP.NET Core Anda. Anda harus cari hosting provider yang support ASP.NET Core.

Beres deh!

ASP.NET adalah bahasa pemograman yang sangat menarik dan sangat mudah dipelajari. Saya pribadi sudah menggunakan ASP.NET selama hampir 10 taunan, dari ASP Classic, ASP.NET 1, sampai yang terbaru ASP.NET Core ini. Sangat menarik untuk dipelajari. Anda selalu dapat hosting ASP.NET dengan harga dari Rp. 40.000,-/bulan bersama kami. Untuk info lebih lanjut, langsung saja kunjungi web kami di https://www.jaringanhosting.com. Sampai ketemu di postingan selanjutnya!

 

Simak Nih Cara Menggunakan SSL di WebSite Anda

Pada artikel sebelumnya, kami telah memberi tahu Anda pentingnya sertifikat SSL. Sekarang, dalam artikel ini, kami akan menjelaskan cara menggunakan/applying HTTPS dan SSL ke situs Anda. Teknologi internet bergerak cepat dan sebagai pemilik situs web, Anda harus mengikuti perubahan ini. Suka atau tidak suka, Anda harus mengikuti perubahan. Jika Anda tetap menggunakan situs HTTP lama, situs Anda akan segera dilabeli oleh sebagai situs web tidak aman oleh browser-browser terkenal seperti Chrome, IE, Firefox, etc. Ga mau kan kayak gitu? Bayangin aja orang masuk ke web Anda, tiba-tiba ada tanda merah di URL Anda. Kan ga enak dilihat begitu. Bener ga, Jarhoster?!

Gimana sih Caranya Pakai SSL di Website Anda?

Mengganti website atau blog Anda ke HTTPS caranya mudah kok, ga mengerikan. Yuk, simak terus!

Anda dapat mencari-cari tuh informasi di Google cara apply SSL di website Anda ataupun bisa baca-baca di blog kami. Ada banyak tutorial yang mengajarkan Anda untuk apply SSL di website Anda.

Tapi jika SSL itu berbayar, maka itu sudah hal biasa. Nah disini, bagaimana kalau SSL-nya gratis alias ga usah bayar? Pasti mau kan? Nah kami disini ingin memberitahukan informasi memakai FREE SSL certificate di website Anda.

Gimana tuh caranya?

Kami tidak mau pelit informasi ke Anda, sudah pernah dengar namanya Let’s Encrypt? Nah ini nih SSL gratis yang dapat dipasang di website Anda dan caranya juga mudah. Hosting provider seperti kami sudah support Let’s Encrypt, dan tentu saja jika Anda memakai jasa hosting kami, Anda bisa tuh pasang Let’s Encrypt secara gratis. Enak kan?

Error yang Mungkin Ditemui Jika Menggunakan Let’s Encrypt

Nah kalau sudah pakai Let’s Encrypt, maka web Anda akan secara otomatis redirect ke HTTPS, itu artinya bahwa HTTP sudah tidak dapat digunakan lagi, semua link internal dan eksternal ke website Anda akan mati.

Nah Lho?! Jadi Solusinya Gimana?

Jangan khawatir! Ga usa pusing! Anda dapat menggunakan URL Redirection di code Anda sehingga http address Anda akan secara otomatis redirect ke https.

Sekarang setiap halaman Anda akan terhubung langsung ke halaman yang sesuai dengan website Anda.

Jika tidak tahu cara apply URL redirection di code Anda, silahkan contact developer Anda untuk mengeceknya untuk Anda. Jangan khawatir, nanti kami akan bahas di tutorial berikutnya cara menggunakan URL redirection di code Anda. Selalu ikutin news/tutorial/tips terbaru di blog kami.

Oh ya, jika Anda pakai Google Analytics tools, jangan lupa ganti settingannya, silahkan ke Admin –> Property Settings –> dan ganti website Anda ke HTTPS. Tinggal tunggu deh Om Google crawling website Anda kembali. Biasanya sih memakan waktu 2-3 minggu untuk crawling website Anda. Jadi, harap sabar!

Conclusion

OK, sekian dulu tutorial santai dari kami. Stay tune terus di blog kami untuk mengetahui perkembagan mengenai hosting atau bisa baca-baca mengenai tips-tips dalam hosting, website, dan lainnya. Pastinya ke depan, kami akan terus memberikan tutorial/tips yang bermanfaat bagi Anda semua.

Cari hosting? Kalau lagi cari hosting, langsung saja ke web kami di https://www.jaringanhosting.com. Jangan ada keraguan! Ada pertanyaan bisa telpon, live chat dengan sales team kami, atau email kami.

 

Pusing Ketemu Error 502.5 Pada Saat Publish ASP.NET Core?

Halo Jarhosters, apa kabar semua? Pada tutorial kali ini, saya akan membahas bagaimana sih cara fix error di atas. Biasa error ini akan Anda temukan pada saat publish ASP.NET Core 1.1 ataupun ASP.NET Core 2. Berikut adalah full error messagenya:

Sudah lihat kan error di atas? Error lengkapnya adalah HTTP Error 502.5 – Process Failure.

Kok Bisa Error Begitu?

Kenapa sih bisa error seperti itu? HTTP Error 502.5 terjadi karena ASP.NET Core gagal mengeksekusi/menjalankan dotnet process. Ada 2 alasan yang menyebabkan hal ini terjadi

  1. .NET Core Runtime belum terinstall di server
  2. Web.config Anda belum Anda ganti.

Cara Fix Error di Atas?

Caranya sangat simple dan mudah untuk mengatasi error di atas. Yang perlu Anda pastikan adalah hosting provider Anda sudah support .NET Core terbaru/terinstall dengan sempurna di server. Jika hosting provider Anda tidak support .NET, pasti tidak akan berjalan. Pastikan Anda pilih hosting provider yang selalu support .NET terbaru sehingga dapat berjalan dengan baik aplikasi Anda.

1. Install .NET Core Runtime Terbaru

Coba didownload dahulu .NET Core Runtime dari web Microsoft langsung. Nih coba lihat di bawah:

Sudah lihat gambar di atas? Pastikan Anda install .NET Core Runtime dan .NET Core SDK.

2. Publish a Self-Contained Deployment

Jika Anda tidak mau install .NET Core Runtime, ada alternative lain ni, guys. Anda dapat publish sebagai Self-Containeddeployment mode, dimana akan secara otomatis memasukkan .NET Runtime files di aplikasi Anda.

Anda dapat memilih pilihan di bawah ini saat publish menggunakan Visual Studio:

Jika Anda memilih pakai cara ini, maka Anda juga harus memilih target runtime Anda: win-x86, win-x64, osx-x64, atau linux-x64 karena self-contained tidak dapat dipindahkan.

3. Transform Web.Config File Anda

Nah ini alasan berikutnya kenapa Anda ketemu error di atas. Itu disebabkan web.config Anda belum dirubah. Pastikan Anda ganti dulu web.config Anda.

ASP.NET Core Web Config

Berikut web.config file yang minimal harus ada di web.config file Anda:

Masalah Teknis?

Web.config yang belum Anda ubah akan ada variables seperti %LAUNCHER_PATH% dan %LAUNCHER_ARGS%. Jadi ketika IIS coba untuk menjalankan ASP.NET Core Anda, IIS akan menggunakan %LAUNCHER_PATH% dan %LAUNCHER_ARGS% daripada path yang benar.

Jadi sudah tahu kan jika ketemu error di atas, Anda harus ganti/transform web.config Anda seperti contoh di atas.

Gimana sih cara ganti web.config?

Bingung ya gimana cara gantinya? Ini dapat Anda lihat pada saat Anda publish web aplikasi Anda. Coba cek published output folder pada saat Anda mau publish. Jadi, Anda hanya perlu publsih web aplikasi Anda dan copy hasil dari web.config file ke server. Gampang kan?

Nih, hasil dari aspNetCore elementnya:

%LAUNCHER_PATH% sudah terganti dengan dotnet dan %LAUNCHER_ARGS% sudah terganti dengan path web aplikasi Anda dll.\MyApplication.dll.

Jangan BINGUNG!

Semoga tutorial di atas dapat membantu mengatasi masalah pada saat Anda publish ASP.NET Core. Jadi apa sih syarat untuk jalankan ASP.NET Core di server?

  1. Yang paling penting hosting provider Anda harus support latest ASP.NET Core version.
  2. Silahkan ikuti metode di atas. Jika ada error, cek kembali di server full error messagenya.

OK, sekian dulu ya tutorial kali ini. Nanti sambung lagi tutorial menarik lainnya. Salam hangat dari JaringanHosting Team!

 

Guys, Simak Yuk 5 Cara Mempertahankan Kinerja WordPress Kamu!

Ada banyak hal yang perlu diingat ketika Anda menjalankan sebuah website, tidak peduli seberapa besar atau kecilnya website itu. Sangat mudah untuk terjebak dalam membangun audiens Anda dan membuat konten, sambil lupa menghadiri tugas-tugas yang lebih mendasar (tapi sama pentingnya).

Misalnya, sangat penting untuk selalu mengawasi kinerja website Anda. Kecepatan loading dapat memainkan peran penting bagi visitor website Anda, dan menentukan berapa banyak tampilan halaman dan konversi yang Anda dapatkan. Kabar baiknya adalah bahwa menjaga website WordPress Anda berjalan cepat tidak harus menjadi tantangan.

Dalam posting ini, kami akan memberitahukan lima cara untuk mempertahankan kinerja di website WordPress Anda. Ayo monggo disimak!

Mengapa Kinerja Website Anda Harus Menjadi Prioritas

Banyak faktor yang membentuk cara pikir orang saat mengunjungi website Anda, seperti desain dan kontennya. Namun, kinerja mungkin merupakan elemen terpenting dalam persamaan itu.

Dengan ‘kinerja’, kami berbicara tentang seberapa cepat halaman memuat website Anda, dan seberapa baik website Anda dapat bertahan di traffic yang tinggi. Website yang lambat dan tidak reliable cenderung membuat pengunjung frustrasi. Semakin lambat website Anda, semakin tinggi rate rasio bounce Anda. Tahu kan bounce? Game yang biasa di Nokia dahulu…. Eh… Bercanda! Bounce dalam web itu artinya pengunjung yang hanya mengunjungi 1 halaman Anda dalam 1-2 detik saja lalu pergi meninggalkan website Anda. Anda mau tuh ditinggalkan terus? Pastinya tidak mau kan?

Sangat penting untuk memastikan bahwa website Anda berkinerja baik setiap saat, baik dilihat oleh satu orang atau seratus orang. Untungnya, Anda tidak harus seorang geek/nerd untuk membuat website Anda berjalan dengan cepat kok.

5 Cara untuk Mempertahankan Performa Website WordPress Anda

Di masa lalu, kami telah melihat beberapa cara umum untuk memelihara situs website WordPress Anda. Sekarang, kami akan fokus pada teknik terbaik untuk menjaga kinerjanya tetap tinggi. Ingatlah bahwa sementara kami akan berfokus pada alat khusus WordPress, banyak dari strategi berikut ini berlaku juga untuk website yang dibangun pada platform apa pun.

Hal pertama yang ingin Anda lakukan adalah menguji website Anda, untuk melihat bagaimana sih kinerjanya saat ini. Dengan informasi itu di tangan, Anda dapat mulai mengambil langkah-langkah untuk mempersingkat waktu pemuatannya.

1. Update terus WordPress Anda!

Developer WordPress sering merilis pembaruan untuk platform, dan penting untuk menjaga website Anda pada versi terbaru. Ini penting untuk alasan keamanan, tetapi juga membantu menjaga kinerja website Anda. Banyak pembaruan merilis penyesuaian dan optimasi yang penting untuk memastikan waktu pemuatan yang lancar.

Terlebih lagi, instalasi WordPress yang kedaluwarsa lebih cenderung konflik/bermasalah dengan browser pengunjung, serta versi plugin dan tema yang lebih baru. Ini dapat memperlambat website Anda, dan bahkan merusak berbagai fitur.

Memperbarui WordPress itu sederhana, dan dasbord Anda akan menampilkan pemberitahuan kapan pun versi baru.

2. Optimalkan Gambar Situs Web Anda

Berbagai jenis konten dan fitur dapat memperlambat website Anda. Namun, beberapa elemen memiliki dampak sebanyak gambar dan media lainnya. File gambar cenderung besar dan ‘berat’, yang berarti mereka akan membutuhkan waktu lebih lama untuk dirender – memperlambat seluruh proses pemuatan halaman.

Yah memang betul jika website Anda itu banyak gambar dan media-media lain dapat membuat website Anda menjadi pelan. Kami mengetahui bahwa gambar dan media itu menunjang website Anda, namun Anda perlu hati-hati juga karena dapat memperlambat kinerja web Anda.

Untuk mendapatkan yang terbaik, Anda dapat mengoptimalkan semua gambar website Anda. Ini mengurangi ukuran file mereka tanpa pengurangan kualitas yang signifikan. Ada banyak plugin WordPress yang dapat membantu Anda melakukan ini, seperti EWWW Image Optimizer.

Plugin seperti ini bahkan dapat mengotomatiskan proses, mengoptimalkan setiap gambar baru yang Anda unggah. Ini dapat menghemat banyak waktu Anda, dan menjaga agar website Anda tidak berjalan seperti siput. Ga mau kan kayak siput jalannya?

3. Pakai Cache

Ketika seseorang mengunjungi salah satu halaman website Anda, sejumlah hal perlu terjadi. Pertama, browser mereka mengirim permintaan ke server website Anda. Kemudian, server mengirimkan data yang diperlukan untuk membangun halaman. Ketika semua informasi itu tiba, halaman tersebut dapat ditampilkan kepada pengunjung.

Terkadang, proses ini sangat cepat sehingga tidak terlihat. Namun, jika halaman Anda rumit atau pengguna berada jauh dari server Anda, itu bisa memakan waktu beberapa detik. ‘Caching’ adalah cara untuk mengurangi waktu pemuatan dengan menyimpan versi website Anda yang dapat diakses oleh browser dengan lebih cepat.

Caching bisa menjadi topik yang kompleks, dan muncul dalam berbagai bentuk. Namun, ini dapat dengan mudah diimplementasikan dengan menggunakan plugin, tanpa memerlukan pengaturan teknis. Untuk ini, pengguna WordPress dapat install plugin yang namanya WP Super Cache.

4. Pakai CDN (Content Delivery Network)

Ini sedikit teknis dan perlu dipelajari lebih lanjut. Content Delivery Network (CDN) adalah cara berskala besar untuk melakukan cache website Anda, dan bisa sangat efektif.

CDN adalah jaringan server, biasanya tersebar di seluruh dunia. Salinan website Anda akan disimpan di setiap server. Ketika pengunjung mengakses salah satu halamannya, data yang diperlukan akan ditransfer dari server yang letaknya paling dekat secara geografis.

Ini dapat mengurangi waktu loading website Anda, karena informasi website Anda tidak perlu melakukan trace yang jauh. Plus, banyak CDN menawarkan fitur peningkatan kinerja website Anda. Cloudflare adalah contoh sempurna (dan populer):

5. Upgrade Paket Hosting Sesuai Kebutuhan Anda

Mungkin saja Anda dapat mencoba semua strategi yang tercantum di atas, tetapi masih melihat kecepatan halaman yang lebih rendah daripada yang Anda inginkan. Ini khususnya umum jika website Anda telah growing dengan cepat dan skalanya lebih besar, atau menerima lebih banyak pengunjung daripada biasanya.

Jika Anda memilih penyedia hosting yang terpercaya, maka website Anda pun akan berjalan dengan performa optimal. Namun, kadang tergantung dari hosting plan Anda juga. Jika Anda pakai paket termurah dan mengharapkan speed yang cepat, maka akan susah tercapai. Oleh karena itu, sangat perlu memilih plan/paket hosting yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Ayo monggo konsultasi dengan tim sales kami untuk dapat pencerahan lebih lanjut. Anda dapat langsung mengunjugi web kami di bawah ini:

Kesimpulan

Performa adalah sesuatu yang harus Anda sadari sepanjang umur website Anda. Suatu website yang memuat dengan cepat suatu hari dapat menjadi lambat dari waktu ke waktu, karena tumbuh dan menjadi lebih populer. Karenanya, penting untuk menguji kinerja website Anda secara teratur, dan melakukan segala yang Anda bisa lakukan untuk menjaga kecepatan loading website Anda.

Ada pertanyaan? Silahkan langsung mengunjungi web kami di https://www.jaringanhosting.com. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

 

Kamu Pilih Mana: Shared Hosting atau VPS Hosting?





Memilih jenis hosting yang tepat untuk website Anda bisa terasa seperti proses yang rumit. Anda tidak hanya harus memilah-milah berbagai perusahaan hosting yang berbeda, tetapi Anda juga harus memilih jenis hosting yang tepat juga. Dua jenis hosting yang mungkin Anda temui dalam pencarian Anda adalah shared hosting dan VPS. Kedua jenis hosting ini keduanya memenuhi tujuan akhir yang sama, memastikan Anda memiliki situs secara langsung di internet. Namun, keduanya memiliki cara yang sangat berbeda untuk mencapai tujuan itu. Namun, penting bagi Anda untuk memilih solusi hosting yang tepat untuk situs Anda. Dengan memilih jenis hosting yang tepat, Anda akan menjadikan hidup Anda sebagai pemilik website lebih mudah. Di bawah ini Anda akan belajar tentang shared hosting vs VPS, apa yang membuatnya berbeda, bersama dengan kelebihan dan kekurangannya yang unik, sehingga Anda dapat memilih jenis hosting yang tepat untuk website Anda.

shared vs vps

Apa itu Shared Hosting?

Sebelum kami dapat melakukan perbandingan, penting bagi kami untuk terlebih dahulu menjelaskan apa itu shared hosting dan apa artinya bagi pemilik website. Shared hosting adalah bentuk paling umum dari hosting yang ada saat ini. Karena biaya rendah dan fitur ramah pemula, ini paling sering digunakan oleh mereka yang membangun situs web pertama mereka. Shared hosting sangat murah karena Anda berbagi sumber daya server dengan ratusan atau bahkan ribuan pengguna lain. Dengan memecah biaya keseluruhan sumber daya server, Anda akan bisa mendapatkan solusi hosting dengan tarif yang jauh lebih murah. Setiap individu pada server bersama yang sama diberikan jumlah disk space, memori server, CPU, dan banyak lagi. Anggap saja sebagai komputer desktop keluarga bersama. Secara keseluruhan, biaya lebih murah daripada membuat setiap anggota keluarga Anda memiliki laptop sendiri dan setiap orang di rumah tangga Anda akan memiliki akses ke mesin. Namun, meskipun Anda menggunakan komputer fisik yang sama, Anda dapat membuat profil pengguna Anda sendiri dan menginstal aplikasi dan program apa pun yang Anda inginkan. Namun, karena setiap orang di rumah Anda menggunakan mesin yang sama, Anda akan menggunakan ruang penyimpanan yang sama, bahkan jika desktop dibagi menjadi beberapa akun pengguna. Shared hosting adalah opsi entry-level yang solid karena harga saja. Namun, sebagian besar pengguna pada akhirnya akan melebihi shared hosting. Jika volume lalu lintas yang diterima situs Anda terus bertambah, Anda perlu upgrade paket hosting untuk mempertahankan kinerja website Anda.

Keuntungan dari Shared Hosting

Hampir setiap penyedia hosting menawarkan beberapa shared hosting plan. Selain pilihan termurah yang tersedia, ada beberapa keuntungan lain dari shared hosting yang perlu Anda ketahui. Berikut adalah beberapa manfaat paling umum menggunakan shared hosting.

1. Terjangkau

Kebanyakan orang akan beralih ke shared hosting karena biayanya saja. Anda akan sulit sekali menemukan hosting plan yang lebih murah yang masih memberi Anda semua fitur yang Anda butuhkan. Namun, Anda perlu memastikan Anda memilih penyedia hosting yang berkualitas mantap

2. User Friendly

Saat Anda mendaftar paket shared hosting, Anda akan mendapatkan akses ke control panel dan dasbor pengguna yang intuitif. Ini membuatnya mudah untuk mengatur situs Anda, menginstal CMS, mengkonfigurasi akun email Anda, dan banyak lagi. Plus, Anda umumnya dapat menemukan banyak informasi online yang akan membantu Anda mendapatkan hosting dan cara publish website Anda. Shared hosting adalah pilihan tepat bagi mereka yang kurang mengerti cara me-manage server itu sendiri.

3. Sudah termasuk biaya maintenances

Perlu diketahui bahwa semua pemeliharaan server yang diperlukan akan ditangani oleh staf hosting. Tugas-tugas ini mutlak diperlukan jika Anda ingin server Anda terus bekerja pada performa terbaik. Namun, kadang cukup rumit dan akan sulit dilakukan sendiri. Dengan shared hosting, Anda tidak perlu menangani maintenance server yang rumit. Plus, semua tugas yang berhubungan dengan keamanan juga akan ditangani oleh staf hosting.

Kekurangan Shared Hosting

Shared hosting sangat populer dan merupakan hosting yang paling umum. Namun, ini bukan tanpa kekurangannya dan tidak akan sempurna untuk setiap jenis website di luar sana. Berikut adalah beberapa kelemahan dari shared hosting.

1. Kadang Lambat/Lemot

Dengan shared hosting, Anda dapat mengalami masalah dengan kinera website Anda. Karena Anda berbagi environment server dengan pengguna lain, jika salah satu dari situs tersebut mengalami traffic yang sangat besar, hal itu dapat berdampak negatif pada situs Anda. Hal yang sama berlaku untuk website Anda. Jika Anda mengalami volume traffic yang tinggi, kemungkinan website Anda dapat offline atau berkinerja buruk. Oleh karena itu sangat diperlukan untuk memilih shared hosting yang dapat dipercaya. Dengan shared hosting yang dipercaya, staf hosting akan terus melakukan pengecekan/maintenance server untuk memastikan server selalu bekerja pada performa yang optimal

2. Kurangnya Akses Penuh

Dengan shared hosting, Anda dibatasi oleh konfigurasi hardware dan juga software. Anda dapat menyesuaikan dengan menginstal CMS Anda sendiri, atau membuat perubahan kecil melalui control panel, tetapi hanya itu saja. Jika ingin install software lain di shared hosting, Anda harus tanyakan kepada pihak penyedia hosting terlebih dahulu.

3. Ada limit untuk Anda

Dengan layanan shared hosting, ada batas disk space dan batas bandwidth. Jika website Anda tumbuh dengan cepat dalam hal ukuran atau volume traffic, maka Anda mungkin perlu meng-upgrade paket hosting Anda. Shared hosting lebih diperuntukkan untuk pemula atau website dengan traffic kecil. Namun jika website Anda sudah berkembang cukup pesat, maka ada kemungkinan Anda perlu upgrade versi ke paket hosting VPS atau dedicated server. Di JaringanHosting, kami memudahkan Anda untuk memigrasi shared hosting Anda ke paket VPS.

Terus, Apa itu VPS?

Sekarang setelah Anda lebih tahu tentang apa itu shared hosting, mari kita teliti lebih dalam dan jelaskan apa itu VPS. Hosting VPS beroperasi dengan cara yang sama sekali berbeda dengan shared hosting; namun, secara teknis hosting tersebut masih di-sharing. VPS adalah singkatan dari Virtual Private Server.

Pada dasarnya server VPS adalah lingkungan server tervirtualisasi yang beroperasi seperti server khusus, tetapi sebaliknya menarik sumber daya dari beberapa server fisik bersama yang berbeda. Teknologi ini mirip di belakang VPS dan shared hosting, tetapi teknologi VPS jauh lebih maju dan menawarkan keuntungan tertentu bagi website Anda. Pada server VPS, Anda memiliki akses yang jauh lebih besar ke sumber daya server, karena Anda dapat memanfaatkan lebih banyak server fisik saat kebutuhan Anda berkembang.

Dengan hosting VPS, Anda dijamin tingkat resources server tertentu, plus Anda memiliki kemampuan untuk dengan cepat meningkatkan penggunaa resources Anda jika kebutuhan traffic Anda sedang meningkat. Paket hosting VPS menawarkan tingkat fleksibilitas yang lebih tinggi, bersama dengan lebih banyak opsi penyesuaian dan dukungan untuk website Anda yang berkembang.

Keuntungan Memakai VPS

VPS hosting seperti gabungan antara shared hosting dan dedicated server. Untuk beberapa pemilik webiste, ini akan menjadi pengaturan hosting yang sempurna. Berikut adalah beberapa manfaat terbesar menggunakan VPS hosting.

1. Performa Server yang MANTUL!

Dengan VPS hosting, Anda mendapat resources yang cukup besar. Jadi, jika Anda memiliki website yang besar atau sedang bertumbuh, nah maka VPS sangat tepat untuk Anda pilih. Selain itu, lingkungan hosting Anda tervirtualisasi dan lebih terisolasi dari website lain di server fisik yang sama. Ini membuat website lain tidak akan mempengaruhi kinerja website Anda.

2. Security yang lebih OK

Hosting VPS menawarkan tingkat keamanan yang lebih tinggi daripada shared hosting. Karena lingkungan hosting Anda tervirtualisasi, Anda akan diisolasi dari website lain yang memiliki ruang pada server fisik yang sama. Teknologi virtualisasi memiliki tingkat keamanan yang sangat tinggi, sehingga situs lain di server tidak akan memengaruhi website Anda dengan cara apa pun.

3. Scalable Hosting

Hosting VPS fleksibel. Jika Anda mengalami volume traffic yang lebih tinggi dari biasanya, Anda dapat meningkatkan resources server Anda. Karena Anda tidak terbatas pada satu server fisik saja, mudah untuk menambahkan lebih banyak resource server. Hampir tidak mungkin menemukan tingkat fleksibilitas dan skalabilitas ini dengan shared hosting.

Kekurangan dari VPS Hosting

Namun, hosting VPS bukan tidak ada kekurangannya. Karena ini adalah tipe hosting yang lebih kuat, maka akan lebih teknis untuk memaintain server Anda secara efektif. Berikut adalah dua kelemahan terbesar dari hosting VPS yang mungkin membuat Anda mempertimbangkan untuk menggunakan tipe hosting yang berbeda.

1. Lebih Mahal

Hosting VPS akan lebih mahal daripada shared hosting, tidak ada keraguan tentang itu. Karena Anda mendapatkan akses lebih besar ke server, biayanya juga akan meningkat.

2. Harus Lebih Mengerti Secara Teknis

Dengan hosting VPS, Anda biasanya memerlukan tingkat keterampilan teknis yang lebih tinggi untuk mengelola server Anda dengan cara yang benar. Namun, tergantung pada penyedia hosting Anda, Anda mungkin juga dapat register manage server. Jika memilih manage server berarti bahwa staf teknis penyedia hosting akan membantu menjaga, meningkatkan, dan mengoptimalkan lingkungan server Anda untuk Anda.

Jadi Pilih Mana Nih? Shared Hosting atau VPS?

Semoga Anda memiliki pemahaman yang lebih baik tentang shared hosting vs VPS hosting. Shared hosting akan menjadi tipe hosting termurah yang tersedia untuk Anda, tetapi mungkin dari Anda juga ingin memilih VPS hosting yang butuh resources lebih besar. Pada tingkat fitur saja, hosting server pribadi virtual akan memberikan situs Anda dengan tingkat kinerja, skalabilitas, dan keamanan yang lebih tinggi. Tetapi, fitur-fitur ini akan datang dengan biaya tinggi. Sebagian besar pemilik website akan menemukan kegunaan yang cukup dalam paket shared hosting. Shared hosting adalah tipe hosting yang sempurna untuk pemula dan pemilik website baru, karena mudah untuk memulai, dan akan memberi Anda resource server yang cukup untuk mendapatkan website Anda melalui tahap baru mulai. Baik Anda memutuskan untuk menggunakan paket shared hosting atau hosting VPS, pastikan Anda memperhitungkan kebutuhan dari website Anda sendiri. Jenis hosting akan berbeda tergantung pada anggaran Anda dan tahap website Anda saat ini.

Cloud Hosting Indonesia

 

Apa sih Bedanya Web Hosting dan Domain





Untuk membuat website, Anda harus memiliki nama domain dan hosting web. Tapi apa itu domain? Apa itu hosting web? Bukankah mereka sama? Penting bagi Anda untuk mengetahui perbedaan mereka sebelum melanjutkan untuk membuat website pertama kali.

Apa itu Web Hosting?

Web Hosting adalah komputer tempat orang menyimpan file mereka. Anggap saja sebagai rumah tempat Anda menyimpan semua barang; tetapi alih-alih menyimpan pakaian dan furnitur Anda, Anda menyimpan file komputer (HTML, dokumen, gambar, video, dll) di server. Lebih sering daripada tidak, istilah “hosting web” mengacu pada perusahaan yang menyewakan komputer / server mereka untuk menyimpan website Anda dan menyediakan konektivitas Internet sehingga pengguna lain dapat mengakses file di website Anda. Untuk sebagian besar kasus, perusahaan hosting ini akan menangani pekerjaan pemeliharaan server, seperti backup, konfigurasi DNS, pemeliharaan, pemulihan bencana, dan sebagainya.

^E53310598E83672F51C32C961DFE30F4C3B33A242CDC407495^pimgpsh_fullsize_distr

Lalu, Apa itu Domain?

domain-jarhost

Domain adalah alamat website Anda. Sebelum Anda dapat membuat website, Anda memerlukan domain. Untuk memiliki nama domain, Anda harus mendaftarkannya dengan pendaftar domain. Nama domain bukanlah sesuatu yang fisik yang dapat Anda sentuh atau lihat. Ini adalah serangkaian karakter yang memberikan identitas pada situs web Anda (ya, nama, seperti manusia dan bisnis). Contoh nama domain: Google.com, Alexa.com, Linux.org, eLearningEuropa.info, serta Yahoo.co.uk. Semua nama domain unik. Ini berarti hanya ada satu alexa.com di dunia. Anda tidak dapat mendaftarkan nama setelah didaftarkan oleh orang lain (diatur oleh ICANN). Umumnya, semua hosting provider selain support hosting, juga menyediakan domain name. Sama seperti kami, Anda dapat register domain dan juga hosting.

Domain vs Web Hosting

domain-vs-hosting

Gampangnya, Nama domain, seperti alamat rumah Anda; web hosting di sisi lain, adalah ruang rumah Anda tempat Anda meletakkan furnitur Anda. Alih-alih nama jalan dan kode area, set kata atau / dan nomor digunakan untuk penamaan website Anda ’. Hard disk komputer dan memori komputer digunakan sebagai pengganti kayu dan baja untuk menyimpan dan memproses file data. Idenya disajikan lebih jelas dengan diagram di atas.

Bingung?

Salah satu alasan mengapa pemula bingung adalah karena pendaftaran domain dan layanan hosting web sering ditawarkan oleh penyedia yang sama. Pendaftar domain konvensional yang dulu menawarkan layanan pendaftaran domain hanya saat ini menawarkan layanan hosting web. Sebagian besar perusahaan web hosting saat ini memiliki fasilitas untuk mendaftarkan nama domain untuk penggunanya. Bahkan, banyak penyedia hosting memberikan nama domain gratis (atau hampir gratis) untuk memenangkan pelanggan baru.

Mau tau lebih?

Jika Anda tertarik mengenai web hosting, tips-tips dan tutorial sekitar web hosting, Anda dapat selalu stay tune di artikel kami selanjutnya. Semoga artikel yang ini membantu Anda lebih memahami perbedaan antara hosting dan domain.

 

Bingung Butuh Berapa Banyak Bandwith di WebSite Anda?





Ketika sedang mencari web hosting, pastinya faktor yang penting selain harga adalah bandwith yang Anda perlukan untuk website Anda. Nah, di artikel ini kami ingin memberitahu cara mengetahui bandwith requirement untuk website Anda.

Ya kami tahu banyak yang menawarkan “Unlimited” bandwith, tapi jika Anda perhatikan unlimited bandwith itu tidak ada benarnya, selalu ada yang namanya “normal” usage atau istilahnya penggunaan yang wajar, Anda tentunya harus membaca Terms dari penggunaan tersebut.

Web Hosting Bandwith dan Data Transfer

Pada dasarnya, bandwidth adalah istilah untuk menghitung traffic website dan data yang diizinkan antara pengguna dan website Anda melalui internet. Istilah “bandwidth” sering salah digunakan untuk menggambarkan “transfer data” tetapi pada kenyataannya keduanya adalah dua hal yang berbeda.

Apa itu Data Transfer?

Data transfer adalah jumlah total data yang akan ditransfer dalam waktu tertentu, biasanya diukur dalam bulan.

Apa itu Bandwith?

Bandwidth adalah ukuran data maksimum yang dapat ditransfer dalam waktu tertentu, biasanya diukur dalam hitungan detik.

Angka dalam “data transfer” memberi tahu Anda berapa banyak data yang dapat Anda transfer dalam sebulan. Angka dalam “bandwidth” memberi tahu Anda seberapa cepat data dapat ditransfer.

Bayangkan bandwidth sebagai lebar pipa air di mana data transfer adalah jumlah air yang mengalir keluar dari pipa. Seberapa lebar lebar pipa (bandwidth) menentukan seberapa cepat air (data) mengalir. Pada dasarnya, data transfer adalah konsumsi bandwidth.

Untuk pemilik website yang sedang mencari hosting, jumlah bandwidth yang ditawarkan situs perusahaan hosting biasanya dapat berfungsi sebagai indikator yang baik dari kemampuan host tersebut – semakin tinggi bandwidth, semakin baik kecepatannya; jaringan; konektivitas; dan sistem.

Bandwidth-Calculator-Hangzhou-Hikvision_1

Jadi ada ga sih UNLIMITED Bandwith?

Seperti disebutkan di atas, banyak hosting provider menawarkan paket hosting murah yang mencakup “bandwidth tidak terbatas.” Bagi pembeli, ini berarti bahwa mereka dapat menjalankan sebanyak mungkin data dan lalu lintas ke situs mereka sebanyak yang mereka butuhkan tanpa plafon. Bagi penyedia hosting, ini berarti cara untuk memberikan biaya tetap kepada pembeli yang umumnya akan bekerja.

Sederhananya, itu mustahil bagi perusahaan hosting untuk menawarkan bandwidth tak terbatas, tentu biaya yang sangat mahal jika memang menawarkan bandwith unlimited ke setiap pelanggan. Banyak perusahaan yang tergiur dengan penawaran unlimited bandwith ini padahal web hosting provider sendiri sudah menghitung rata-rata konsumsi dari user mereka. Dengan ini, perusahaan hosting membuat package yang menarik untuk mendapatkan pelanggan, namun percayalah bahwa selalu ada batas maksimum bandwith yang ada dalam paket hosting yang Anda ambil.

Dengan membandingkan bandwidth yang dibutuhkan oleh website Anda dengan bandwidth yang ditawarkan dengan kedok “UNLIMITED”, Anda dapat lebih baik menentukan paket hosting yang benar-benar Anda butuhkan.

Jadi, Cara Hitung Bandwith-nya Bagaimana?

Pikirkan bandwidth seperti sepasang celana: Anda perlu ukuran yang Anda butuhkan. Tidak masuk akal untuk membeli ukuran, tetapi pada titik yang sama, ada nomor yang cocok. Jika pinggang Anda berukuran 36, Anda tidak akan cocok dengan 32 itu. Matematika sederhana.

Langkah-langkah untuk menghitung bandwith:

Dalam bandwidth, juga tidak masuk akal untuk membeli – ini sebabnya sangat masuk akal jika Anda mencari hosting yang menawarkan solusi terbaik untuk Anda. Jika Anda hanya mencari murah, itu hanya akan membuat Anda kesulitan. Ketahui kebutuhan aktual Anda untuk mendapatkan layanan yang berfungsi untuk Anda – inilah cara menghitung bandwidth yang dibutuhkan Anda:

1. Perkirakan ukuran halaman rata-rata situs Anda dalam kilobyte (MB). *
2. Lipat gandakan ukuran halaman rata-rata (dalam KB) dengan jumlah pengunjung rata-rata bulanan.
3. Lipat gandakan hasil dari langkah 2 dengan jumlah rata-rata tampilan halaman per pengunjung.

Jika Anda tidak tahu, gunakan Pingdom’s Load Time pada beberapa halaman dan ambil rata-rata halaman yang diuji untuk nomor pengujian basis Anda.

^E53310598E83672F51C32C961DFE30F4C3B33A242CDC407495^pimgpsh_fullsize_distr

Bandwidth Website yang Diperlukan + Redundansi (tanpa download pengguna)

Bandwidth needed = Average Page Views x Average Page Size x Average Daily Visitors x Number of days in a month (30) x Redundant Factor
Average Daily Visitors: The total number of monthly visitors/30.
Average Page Size: The average size of your web page.
Average Page Views: The average page viewed per visitors.
Redundant Factor: A safety factor ranged from 1.3 – 1.8.

Bandwidth Website yang Diperlukan + Redundansi (dengan download pengguna)

Bandwidth needed = [(Average Page Views x Average Page Size x Average Daily Visitors) + (Average Download per day x Average File Size) ] x Number of days in a month (30) x Redundant Factor
Average Daily Visitors: The total number of monthly visitors/ 30.
Average Page Size: The average size of your web page
Average Page Views: The average page viewed per visitor
Average File Size: The total file size divided to the number of files
Redundant Factor: A safety factor ranged from 1.3 – 1.8.

Bandwith itu Berguna atau Nggak Sih?

Jawabannya bisa jadi ya bisa ga.

Penghitungan bandwidth sangat penting ketika Anda mengembangkan aplikasi untuk masyarakat umum atau mencoba mengurangi biaya hosting.

NAMUN, angka dalam bandwidth / transfer data tidak boleh menjadi faktor pertimbangan utama ketika memilih host web – terutama jika Anda baru memulai.

Bandwidth (data transfer), serta ruang penyimpanan, bukanlah faktor pembanding yang berarti untuk pembeli hosting – terutama jika Anda baru memulai website

Jika Anda periksa, hampir semua penyedia hosting bersama menawarkan penyimpanan dan transfer data “tidak terbatas”. Sementara istilah “tidak terbatas” hanyalah gimmick pemasaran; pengguna web hosting sering mendapatkan kapasitas lebih dari cukup dalam hal penyimpanan dan bandwidth transfer data. Dalam kebanyakan kasus, itu adalah RAM server dan kekuatan pemrosesan yang membatasi penggunaan akun hosting tanpa batas.

Semoga membantu penjelasan di atas…. Stay tune untuk artikel dan tutorial menarik lainnya.